Laman

Saturday, February 19, 2011

Batu Cinta


Danau Patengan atau yang oleh masyarakat sekitar sana disebut dengan Situ Patengan terletak di Kecamatan Ranca Bali, meski dulunya masuk ke dalam Kecamatan Ciwidey. Objek wisata ini masuk dalam wilayah Kabupaten Bandung, tepatnya daerah Bandung bagian selatan yang berjarak kurang lebih sekitar 40 km dari Kota Bandung.
Di seberang danau terdapat objek wisata yang begitu terkenal dengan mitosnya, bernama Batu Cinta. Dari batu inilah, berkembang bagaimana asal-usul Danau Patengan terbentuk. Konon, dahulu kala ada seorang pangeran dan seorang putri yang saling jatuh cinta. Mereka bernama Raden Indrajaya dan Dewi Rengganis. Namun karena keadaan, perjalanan cinta mereka tidak berjalan mulus dan seindah yang mereka bayangkan. Mereka pun harus berpisah. Dari derai derasnya air mata kesedihan mereka itulah terbentuk sebuah situ atau danau. Karena asmara yang begitu dalam, keduanya berniat untuk saling mencari. Karena itulah danau itu diberi nama pateangan karena dalam bahasa Sunda, "pateang-teangan" berarti saling mencari.

Hingga suatu ketika pasangan kekasih itu bisa bertemu kembali di sebuah batu. Karena itulah nama batu itu adalah Batu Cinta itu. Di atas batu inilah mereka saling berjanji untuk mengikat asmara yang suci dan abadi. Menurut sesepuh Patengan, batu cinta ini merupakan saksi bisu tempat bertemunya dua insan yang saling mencari pasangannya.
Dan dari sinilah beredar mitos siapapun yang berkunjung ke batu ini dengan pasangannya, maka cinta mereka akan selalu abadi. Batu Cinta itu berwujud dua orang manusia. Batu itu hanya akan nampak saat kemarau, tapi pada kenyataannya batu tersebut jarang sekali terlihat. Bahkan hanya pernah nampak pada tahun 1984.

Selain itu di tengah Danau Patengan terdapat sebuah pulau yang bernama Pulau Sasaka. Pulau ini tampak rindang dengan banyaknya pohon-pohon tinggi yang tumbuh di dalamnya. Pulau ini juga menyimpan mitos tersendiri di mana oleh juru kuncinya, dilarang untuk mengunjunginya kecuali pada tanggal 14 Maulid. Saat itulah penduduk biasanya mengadakan acara ritual semalam suntuk. Juru kunci itu sendiri tinggal di pinggir danau dengan bentuk rumahnya yang unik.
 

No comments:

Post a Comment

Pilih salah satu (yg bagus):