Laman

Saturday, February 19, 2011

Cerpen (cerita pendek)

aku disuruh bikin cerpen disekolah,, nah ini cerpen nyaaa...


Penyelamatan Anak Kucing
Rika dan Nina lagi lari pagi di komplek rumahnya yang cukup luas dan bersih. Mereka memakai sepatu yang berwarna sama, yaitu warna coklat tua. Rika memakai baju berwarna hijau sedangkan Nina memakai baju warna biru muda. Sekarang ini mereka sedang berada melewati di depan warung makan tante Ida yang tidak terlalu besar dan cukup sederhana tetapi cukup banyak pembeli. Dan ke"Meong..meong..meong..." terdengar suara anak kucing dekat semak-semak. "Eh, Na. Kamu denger suara anak kucing nggak?" tanya Rika. "Meong..meong..meong..." terdengar lagi suara anak kucing. " Iya, aku dengar. Dimana,ya? Kita cari, yuk!" Ajak Nana. " OK" Jawab Rika dengan mengacungkan tangannya. Akhirnya, Rika dan Nina mencari asal suara ke semak-semak. Mencari, mencari dan mencari itulah yang ada dipikiran mereka daaaaaan......     "Rika, anak kucingnya ketemu!!!!" seru Nana gembira. "Anak kucingnya kasian, diletakin di kardus" Rika merasa iba. "Ya udah, kita bawa aja kerumah kamu, yuk" Usul Nana. Setelah mendengar perkataan Nana, langsung saja mata Rika langsung berbinar.
 Saat di rumah Rika yang sederhana dan rumahnya  beri cat warna merah muda itu..
"Rika, kamu taukan kalau papa dan kakakmu itu alergi dengan bulu kucing!!!!" kata mama sambil marah. " Tapi kan ma, cuma tiga ekor. Nggak apa-apakan?" Minta Rika pada mamanya. "Udah nggak bisa, ya nggak bisa." Mamanya menolak permintaan Rika.
     Akhirnya Rika dan Nana pergi dari rumah Rika. " Na, kayaknya kamu aja, deh yang ngerawat ketiga kucing ini" Ucap Rika dengan nada putus asa. "Maaf, ya Rik. Aku nggak bisa. Di rumahku sudah ada burung kenari milik kakakku. Jadi, takut kalau kucingnya nerkam burung kenari" Tolak Nana. Tiba-tiba datang kak Rena. "Kring..kring..kring..." suara bel sepeda kak Rena yang berwarna biru muda dan sedikit kotor itu berbunyi. "Rika, Nina, lagi ngapain?" sapa kak Rena. " Ini kak, kami nemuin anak kucing ini, tapi kami nggak bisa rawat satu ekorpun.'' Jelas Rika sangat sedih. " Oh ya kak, boleh bantu kami nggak ? " tanya Nana. "boleh, bantu apa?" jawab kak Rena.
     "Nah, kak. Kakak ngerti kan?" tanya Nana setelah membisikkan rencananya. "OK, kakak ngerti" jawab kak Rena sambil  mengangguk.
     "Lalu, kak Rena pergi dengan membawa anak kucing di keranjang sepedanya dengan bertulisan " SIAPA YANG MAU NGERAWAT ANAK KUCING INI?" . Akhirnya ada dua anak kucing yang berwarna coklat dan belang diambil oleh seseorang yang ada di jalan. "maaf,ya. Cuma dua, satunya lagi nggak diambil untuk dirawat sama orang tadi" Kak Rena minta maaf dengan muka yang sedih. " Nggak apa-apa, kok, kak. O Iya kak. Kakakkan capek? kita minum dulu di warung makan tante Ida. Biar aku yang teraktir" Ajak Nana. " Boleh,tuh" Respond Rika dan Kak Rena serentak dan gembira.
     " Assalammu'alaikum" Kak Rena memberi salam kepada tante Ida. " Waalaikium salam " Jawab tante Ida."aduh capek nih.. Tadi Rena mecarikan majikan untuk anak kucing ini" Kak Rena memperlihatkan anak kucing yang tertinggal kepada tante Ida. “wah, lucunya. " Seru Tante Ida sambil menggendong kucing itu. " Boleh saya rawat?" Tanya tante Ida. " kak Rena, Nana, dan Rika terkejut. " Tentu boleh tante" Jawab Nana dan rika bersamaan. Semua tersenyum mendengar itu karna akhirnya semua anak kucing mempunyai orang yang mengurusnya.

No comments:

Post a Comment

Pilih salah satu (yg bagus):